News - 14 March 2018

Mengantisipasi Kemajuan Pulau Batam, Harus Memiliki Pelabuhan Berkapasitas Besar

Jembatan Berelang, Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Saat ini diketahui pelabuhan Pelabuhan peti kemas di Batuampar berkapasitas 300-400 Teu (twenty-foot equivalent) unit per tahun. Oleh sebab itu saat ini pulau Batam membutuhkan pelabuhan peti kemas berkapasitas besar untuk menunjang arus lalu lintas barang ekspor dan impor.

“Sebagai wilayah yang strategis dan mengantisipasi kemajuan Pulau Batam ke depan, Batam harus memiliki pelabuhan berkapasitas besar. Rencana pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh harus bisa direalisasikan,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, dalam seminar bertajuk “The Future of Batam Creating a Regional Hub” yang diselenggakan oleh Indonesia Economic Forum di Radisson Hotel, Kota Batam, Selasa, (27/2/2018).

Kepala BP Batam, Lukita mengatakan, BP Batam akan bersinergi dengan Pemko Batam dan Pemprov Kepri dalam membangun pelabuhan Tanjungsauh, letak pelabuhan ini sangat strategis karena juga berhadapan dengan laut lepas.

BP Batam bahkan membuka ruang kepada investor yang ingin berinvestasi membangun Pelabuhan Tanjungsauh. Investor yang masuk di sektor tersebut, kata Lukita, juga akan mendapatkan kemudahan dan insentif dari pemerintah.

“Sejauh ini tidak ada masalah dengan status lahan. Justru BP Batam dan Pemko Batam bisa bersinergi membangun infrastruktur ini. Jika hal ini terealisasi, kapasitas pelabuhan mampu mencapai 800 TEus ke atas,” kata Lukita.

Sebelum Pelabuhan Tanjungsauh dibangun, BP Batam akan memperluas kapasitas, fasilitas, dan mesin crane di Pelabuhan Batuampar, Batam. Selama ini, Pelabuhan Batuampar menjadi satu-satunya pelabuhan petikemas di Batam.

“Untuk jangka panjang Pelabuhan Batuampar mungkin tak dapat menopang kemajuan Batam. Kita akan meng-upgrade pelabuhan ini. Menambah fasilitas, termasuk mesin crane di sana,” ungkapnya.

Kapasitas Pelabuhan Batuampar saat ini rata-rata 300-400 Teu per tahun. Namun dua tahun ke depan bertambah hingga 800 Teu per tahun. “Nah, tiga tahun ke depan kita menargetkan Pelabuhan Tanjungsauh sudah bisa dibangun,” jelasnya.

Deputi II BP Batam, Ahyar Anggadinata mengatakan, saat ini rata-rata kapal peti kemas yang melintas di perairan Selat Malaka dan masuk ke perairan Indonesia mencapai 340 juta Teu per tahun.

“Kehadiran pelabuhan berkapasitas besar di Batam sudah menjadi kebutuhan untuk menggenjot arus lalu lintas barang ekspor maupun impor. Ini bisa memberikan keuntungan bagi Batam sebagai wilayah strategis karena berhadapan dengan jalur pelayaran internasional,” ujarnya.