News - 13 August 2018

Sumatera Selatan Magnet Investasi Baru

Indonesia Economic Forum, Palembang, 2 August 2018

SUMATERA Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia, bukan hal yang mustahil. Meskipun bukan provinsi terbesar dan terkaya, namun Sumatera Selatan memiliki semua syarat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, terlebih letak geografisnya yang sangat strategis.

Pembangunan sejumlah infrastruktur di Sumatera Selatan dalam tiga tahun terakhir, menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Hal itu antara lain karena Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin sangat agresif dalam menarik investasi, baik dari Pemerintah Pusat maupun sektor swasta. Alex mengemukakan, rata-rata APBD Sumatera Selatan dalam tiga tahun terakhir sekitar Rp7 triliun. Akan tetapi, total nilai pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan mencapai Rp72 triliun, atau 10 kali lipat dari rata-rata nilai APBD.

Keynote Address: Alex Noerdin, Governor South Sumatra, at Indonesia Economic Forum, Palembang, 2 August 2018

“Waktu itu saya sampaikan kepada Presiden Jokowi, Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games ke-18. Sebaiknya event itu diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, karena Palembang sudah memiliki sarana dan prasarana olahraga bertaraf internasional. Presiden setuju. Maka saya ajukan proposal pembangunan infrastruktur penunjangnya,” kata Alex pada acara Indonesia Economic Forum di Palembang, 2 Agustus 2018.

Proyek infrastruktur yang telah, sedang, dan akan dibangun di Suamtera Selatan meliputi, jalan tol, jalan raya, jembatan, fly over, rel kereta api, light railway transit (LRT), pelabuhan, perbaikan bandara, perbaikan fasilitas olahraga, dan pembangkit listrik. Alex menambahkan, setelah Asian Games selesai, semua infrastruktur yang dibangun akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan.

Khusus mengenai kelistrikan, saat ini total tenaga listrik yang dihasilkan pembangkit listrik di Sumatera Selatan mencapai 5.500 megawatt, 500 megawatt disalurkan ke Jambi dan Lampung. Nanti, jika 10 pembangkit baru selesai dibangun, selain mampu memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang terus tumbuh, juga akan mampu meng-cover kebutuhan listrik di wilayah Sumatera Bagian Selatan, yaitu Sumatera Selatan, Jambi, bengkulu dan Lampung.

Alex optimistis, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan akan meningkat jauh lebih tinggi, setelah semua proyek infrastruktur selesai dibangun. “Jika pada semester I 2018 ekonomi Sumatera Selatan bisa tumbuh 5,89%, maka ke depan angka pertumbuhannya bisa di atas 7%.”

Sementara Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api dengan total luas 2.030 hektar, untuk tahap pertama seluas 217 hektar akan segera beroperasi. KEK Tanjung Api Api diproyeksikan untuk industri hilir sektor migas dan agrikultur, khususnya kelapa sawit dan karet. Di kawasan tersebut juga akan dibangun pelabuhan internasional guna memudahkan keluar masuk barang.

Alex menambahkan, satu sektor yang menjadi perhatiannya namun belum rampung, adalah pengembangan pariwisata. Alex sangat yakin kalau Palembang akan menjadi destinasi wisata olahraga internasional. Pada periode 2011 – 2017 Palembang menjadi tuan rumah penyelenggara 42 event olahraga berskala nasional dan internasional. Ia menargetkan, tahun 2020 Palembang bisa menggelar MotoGP di Jakabaring International Circuit yang saat ini tengah dibangun. “Dorna sebagai principal MotoGP telah setuju dengan proposal yang saya ajukan.”