Exclusive Content - 08 August 2018

Sumatera Selatan Pasar Keuangan Masa Depan

Sumit Dutta – President Director PT HSBC Indonesia Special Address, at Indonesia Economic Forum, Palembang 2 August 2018

SAAT ini Indonesia adalah negara dengan produk domestik bruto US$1 triliun, menempati urutan 16 besar ekonomi dunia. Dengan tingkat inflasi rata-rata 3% per tahun, Indonesia menyandang predikat ‘investment grade’ dari tiga lembaga pemeringkat investasi dunia, yaitu Standard & Poor’s, Fitch Rating, dan Moody’s Investors Service. Pada tahun 2018 Indonesia menempati posisi ke-72 dalam kemudahan berusaha, dalam daftar tahunan yang dilansir Bank Dunia. Pada tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,07%, jauh lebih baik di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang hanya 3,1%.

Hal itu dikemukakan oleh Sumit Dutta, Presiden Direktur HSBC Indonesia pada Indonesia Economic Forum 2 Agustus 2018 di Palembang, Sumatera Selatan. Atas dasar indikator-indikator tersebut, Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2018-2020 sebesar 5,3%.

“Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sudah on the right track, yaitu memfokuskan pembangunan pada sektor infrastruktur. Ke depan, Indonesia akan masuk pada tahap ekonomi 4.0, dan berikutnya mengembangkan kawasan-kawasan ekonomi khusus (KEK), di luar Pulau Jawa,” kata Dutta.

Khusus mengenai Sumatera Selatan, lanjut Dutta, provinsi ini memiliki tiga sektor unggulan, yaitu agrikultur, pertambangan dan penggalian, dan manufaktur. Ketiga sektor ini, pada tahun 2017 agrikultur menyumbang Rp61 triliun, pertambangan dan penggalian Rp73 triliun, dan manufaktur Rp75 triliun. Di sisi neraca perdagangan, sejak tahun 2011 Sumatera Selatan konsisten membukukan surplus.

Ekspor Sumatera Selatan berupa minyak sawit dan turunannya, karet olahan, dan batubara, dengan negara tujuan ekspor, yaitu Malaysia, China, dan Amerika Serikat. Ketiga item ini akan menghasilkan devisa yang lebih besar ketika harga ketiga komoditas itu di pasar internasional sedang tinggi.

Khusus di wilayah Kota Palembang, ada tiga sub-sektor ekonomi yang berkontribusi besar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). Pada tahun 2016, manufaktur menyumbang Rp39,4 triliun, konstruksi Rp21,6 triliun, serta retail dan perbaikan kendaraan bermotor sebesar Rp18,4 triliun.  

“Saya optimistis, penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan, hingga 6% pada tahun 2018. Event itu akan meningkatkan nilai perdagangan produk-produk agrikultur dan manufaktur, termasuk industri pemrosesan makanan,” ujar Dutta. 

Terkait dengan hal itu, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin mengemukakan, pada tahun 2017ada lima sektor ekonomi yang berkontribusi paling signifikan terhadap PDRB, yaitu industri pengolahan 19,52%, pertambangan dan penggalian 19,09%, pertanian-kehutanan-perikanan 15,86%, konstruksi 13,21%, dan perdagangan 12,65%.

Lebih lanjut Dutta mengatakan, mengacu pada indikator-indikator ekonomi Sumatera Selatan yang cukup meyakinkan, HSBC Indonesia sangat siap mendorong pertumbuhan provinsi ini dari keuangan. Saat ini, HSBC Indonesia memiliki lebih dari 90 kantor cabang di 28 kota besar di Indonesia, dengan jumlah nasabah sebanyak 460 ribu akun. Di Sumatera Selatan, HSBC Indonesia mempunyai dua kantor cabang di Palembang.  

“Kami, HSBC Indonesia siap membantu Sumatera Selatan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa. Tentunya pada kompetensi kami di bidang keuangan,” kata Dutta.

HSBC adalah bank terbesar ke-7 di dunia dengan nilai aset US$2,5 triliun, memiliki sekitar 3.900 kantor cabang di 67 negara. Di Indonesia, HSBC pertama kali membuka cabang di Jakarta pada tahun 1884, jauh sebelum bank-bank lain berdiri.

Recent Posts